I’m looking forward to read…. (Part 1)

Ah… senang sekali rasanya browsing buku di toko buku online.. Koleksi banyak, beragam dan tentunya jarang banget ditemukan di toko buku konvensional (kapan-kapan saya akan share ya toko buku favorit baik online maupun konvensional).

Rasanya saya tidak bisa menahan diri jika tidak menjajal dan mengenalkan buku-buku bagus yang menurut saya bisa menambah khazanah wawasan dan pola pikir. Kalau kata teman baik saya, saya mungkin di kehidupan yang dulu merupakan “Pemilih Selir” bagi Kaisar karena kemampuan saya (yang kata dia) melihat dan mengenali permata terpendam..

Di bagian 1, saya akan membahas 5 buku… Berikut “permata” yang berhasil saya temukan:

9780310339328

Apa isinya? Kali ini pertanyaan yang diajukan oleh Philip Yancey, seorang jurnalis Kristen mengenai Allah, manusia dan kehidupan adalah “Apa yang terjadi pada Kabar Baik?”

Melihat begitu banyak kejadian buruk dan tragis serta memilukan hati, dimana Kabar Baik itu? Atau yang jadi keresahan adalah apakah kabar baik itu masih ada? Jika ada, apa yang terjadi? Mengapa setiap hari yang didengar adalah kabar buruk yang terjadi di berbagai belahan dunia?

Jika kamu juga menanyakan pertanyaan yang sama, mari bersama Philip Yancey menjalani sebuah perjalanan rohani bertemu dengan berbagai ragam kisah manusia dan temukan jawabannya.

9781410433824

Apa isinya? Seorang wanita yang mengalami kecelakaan yang menyebabkan luka pada bagian kepala sebelah kirinya. Efeknya dahsyat karena ia kehilangan kemampuan mengolah informasi dari sebelah kiri dan dunianya telah hilang sebelah.

Lisa Genova, sang penulis adalah Ph.D di bagian neuroscience dan jangan bayangkan novel ini akan penuh dengan terminologi medis. Sebaliknya Lisa akan mengajak kita memahami dunia dari sisi yang lain dan kali ini, dari sisi bagian kanan. (She is one of my favorite woman author!)

Apa isinya? 210 solusi dari Roy Peter Clark, seorang professor di bidang jurnalistik kepada para penulis yang seringkali menghadapi masalah ketika menulis dan tidak tahu bagaimana mengatasinya. Dengan pengalaman Clark di bidang tulis menulis, dan pengertiannya akan kesulitan yang dialami setiap orang yang bergelut di dalamnya, buku ini adalah buku maha penting dan wajib untuk dibaca.

Apa isinya? Kumpulan pertanyaan dan topik untuk jadi bahan diskusi yang berbobot dimana membantu kita mengenali dengan lebih dalam pemikiran dari teman kita, pasangan kita, bahkan orang asing sekalipun. Bagi kamu yang ngga suka dengan “small talk” buku ini boleh dijajal.

9781449457952

Apa isinya? Kompilasi kartun-kartun yang terinspirasi dari quotes berbagai tokoh dunia seperti Mahatma Gandhi, Nelson Mandela, CS Lewis, Shonda Rhimes, Eleanor Roosevelt, dll.

Saya sendiri adalah fans berat dari Gavin, seorang tukang gambar yang melepas pekerjaannya di biro iklan Australia yang akhirnya “menikahi” passionnya yaitu mengambar dan menginspirasi orang yang mampir di blognya zenpencils.com dan akhirnya menerbitkannya ke dalam media cetak.

(bersambung ke part II… Nantikan kelanjutannya)

Dicari: Keheningan!

Jakarta, 22 Januari 2015

07.302015/01/img_3152-1.jpgPagi ini, cuaca mendung dan hujan rintik yang awalnya begitu meneduhkan berganti menjadi hujan deras dan lebat yang bergemurug menyelimuti suasana Jakarta khususnya bagian Utara dan Selatan.

Namun di pagi yang sama pula, saya merasakan suasana yang begitu hening dan tenang dalam kereta.

2015/01/img_3148-0.jpg

Saya sangat beruntung karena saya berangkat dari daerah barat ke selatan sehingga kereta juga cenderung sepi karena keramaian terjadi di arah yang berlawanan. Dan di tengah keheningan kereta, saya bisa “mengistirahatkan” jiwa saya. Maklum saja, saya hidup di kota yang begitu bising, ribut dan ramai.
Keemacetan jalan, bunyi klakson mobil dan motor, keruwetan lalu lintas, bunyi bbm atau whatsapp, wifi dimana-mana membuat kita hampir-hampir tidak sanggup hidup jauh dari teknologi. Dan sejujurnya hal itu sangat amat menguras tenaga, emosi dan pikiran sehingga bisa hening sejenak merupakan kemewahan.

Saya baru sadar.. Kita manusia itu seperti takut sendiri. Seperti takut berhenti. Seperti takut tidak melakukan apa-apa. Sepertinya merupakan sebuah dosa jika kita diam dan “tidak melakukan apa-apa”. Kita bergantian mengisi detik-detik hidup kita dengan bekerja, internet, olahraga, mendengarkan lagu, main internet, dan hal apapun agar hidup kita selalu ada isinya. Dan kita tidak sadar, jiwa kita seperti tidak pernah pulang dari “pertempuran” dan tidak pernah kita memintanya kembali.

Di dalam keheningan tadi pagi di kereta, saya berusaha diam dan tidak berpikir. Saya hanya menatap kosong kereta dan tidak mau memusingkan berbagai-bagai hal. Saya ingin menikmati keteduhan yang jarang bisa saya temukan. Lalu di tengah-tengah hening tersebut, tiba-tiba saya teringat sebuah lagu rohani yang saya tidak pernah ingat judulnya tapi liriknya terpatri dalam di hati saya…

The steadfast love of the Lord never ceases
His mercies never come to an end
They are new every morning.. New every morning
Great is Thy faithfulness o.. Lord.. Great is Thy faithfulness

Saya mencari instrumental lagu ini tang menurut saya cukup meneduhkan hati oleh Jeremy Choi.

Dalam pagi ini saya mendapati bahwa keheningan membawa saya untuk mengingat akan Pencipta saya.. Memuji-mujikan kasih setia-Nya yang dalam keadaan gelap atau terang, berawan atau mendung hujan, terpuruk jatuh atau menanjak bangkit.. Kasih setia-Nya selalu baru setiap pagi, besar setia-Nya tak terselami.

Kapan kita terakhir hening?

Kapan kita terakhir bisa datang tanpa membawa “pesanan” kepada Sang Pencipta dan hanya membawa pujian serta penyerahan diri kepada-Nya?

Coba sejenak teduh.. Matikan hape.. Pandang langit.. Duduk diam.. Lalu tunggulah Tuhan bicara kepadamu..

Benang kusut

2015/01/img_2187.jpg

Saya mencoba mencari topik yang menarik untuk saya tulis tapi tak kunjung ketemu.. Akhirnya saya coba menuliskan saja apa yang pikiran saya rasakan dan hati saya pikirkan..

Karena kusut jadi tidak terlalu berkaitan antara hal yang 1 dengan hal yang lain tapi sebenarnya ada dalam 1 kepala dan hati yang sama. Kira-kira beginilah kusutnya pikiran saya:

Akhir-akhir ini cuaca cukup gloomy. Kadang cerah dan berawan. Kadang terik menyengat tapi awan hitam. Hari ini kalau ada yang perhatikan pukul 18.20 sore masih terang benderang.. Sayang lagi-lagi tidak difoto.. Sedang tidak mood.

Pernahkah teman-teman semua merasa hidup itu membingungkan? Sangking bingungnya, kita tidak tahu apa yang kita rasakan.. Suasana hati tidak menentu seperti cuaca yang saya ceritakan di atas. Ingin berkumpul bersama teman tapi juga mau sendiri.. Pengen sendirian tapi tidak mau ditinggal. Tidak jelas maunya apa.

Kadang saya berharap ada satu alat seperti tongkat yang bisa mengeluarkan kesemerawutan pikiran dan memulihkan mood menjadi lebih baik. Lalu alat itu memberi tahu, sebenarnya saya itu sedang pikir apa sih, apa yang bikin bingung dan sebenarnya masalah yang SEBENARNYA itu apa… Jadi ngga terus menerus berkutat pada pikiran tidak jelas dan mood yang berantakan.

Tapi benarkah saya tidak tahu apa yang bikin kusut? Jangan-jangan saya tahu tapi terlalu malas untuk mengurai dan melihat bahwa sebenarnya hidup saya tidak rumit.. Cuma kadang kalau kata teman saya, saya suka overthinking. Mungkin bukan cuma overthinking saja, tapi juga oversensitive.

Berada dalam ketidakjelasan mood, isi pikiran, dan penyebabnya membuat saya jadi uring-uringan karena saya suka sesuatu itu jelas.

Sejelas wiper mobil ketika menghapus air hujan dari kaca, sejelas kata “jadian atau putus” dari status hubungan, sejelas kacamata yang tidak berembun ketika keluar dari mobil yang berudara dingin, sejelas tulisan yang bisa dibaca tanpa mengerenyutkan dahi.

Pikiran wanita penuh layer, tidak bisa disibak hanya bisa disimak.

Akhir kata, maafkan ketidakjelasan tulisan ini mengarah kemana dan isinya apa karena kadang sebagai manusia saya merasa bingung, gundah, dan semrawut.

Semoga kesemerawutan ini cepat terurai ya sehingga saya bisa menulis dengan baik dan bermanfaat.

Sedang kusut semrawut,

— E —

E, siapa Tuhan kamu?

8286b60898b3b4d10e987c6f0f795bd9

Hari ini adalah hari yang kurang baik buat saya.. Ada sedikit masalah yang membuat saya sangat..sangat…sangat heart broken, discourage, dan ini bukan kali pertama saya merasa seperti itu.

Saya makan sembari menangis dan bertanya-tanya dalam hati begitu keras, “kenapa sih E kamu sampai digituin orang?”, “kenapa sih kok masih mau bertahan? Memang apa sih yang kamu dapat atau kamu terima? Cuma kecewa toh, dihina orang kan, harga diri terinjak kan?”

Saya berpikir dan berpikir keras… Lalu saya berdoa kepada Tuhan sambil menangis menahan sesak, “Tuhan, kalau ini jalannya, which is aku percaya Engkau yang buka dan arahkan hingga ke jalan ini, kok sulit banget ya? Kok kenapa musti sampai begini ya? Kalau ini jalannya, Tuhan.. aku mohon ya dikuatkan dan diberi petunjuk how to do my work. Terus terang Tuhan, aku ini memang lambat berpikir, mungkin bahkan tidak pintar dibanding teman-teman lain..and sometimes i want to give up.. tapi kalau Tuhan sudah arahkan hingga sampai saat ini masih disini, Tuhan… Please show me how to do my work, supaya ngga dihina orang atau supaya ngga terus menerus melakukan kesalahan yang sama.. Tapi kalau Tuhan sudah buat “tidak nyaman” lalu Tuhan mau bawa aku kemana? Tuhan tolong tunjukkan…”

Saya pada saat itu tidak berpikir, doa saya benar atau salah. Yang saya tahu adalah saya sudah tidak sanggup menahan tekanan yang begitu besar dan membuat saya berdarah-darah seperti ini, dan saya hanya tahu mengadu kepada Tuhan yang notabene mengatur jalan saya kesana.

Ketika pulang kerja, saya “terjebak” untuk ikut pertemuan di sebuah gereja. Disana seharusnya saya tidak hadir karena bukan jemaat di gereja tersebut, tapi saya ikut juga karena satu dan lain hal. Saya sudah tahu sih pertemuan itu isinya apa, tapi yang saya tidak sangka adalah lewat pertemuan itu Tuhan berbicara kepada saya.

Isi pertemuan itu adalah sebuah sharing berisi kerinduan untuk membangkitkan anak muda Kristen untuk lebih mencintai Tuhan dengan lebih sungguh dalam hidupnya, istilahnya “berani gila” untuk Tuhan. Saya tidak bisa share lebih lanjut isi pertemuan itu apa, tapi saya hendak share apa yang Tuhan bisikan kepada saya. Berikut pertanyaan yang mengusik dan menggelisahkan hati saya:

  1. Hal apa yang dimana kamu berkorban paling banyak?
  2. Hal apa yang paling menyita seluruh energi, tenaga, pikiran dan waktu kamu?
  3. Hal apa yang dimana kamu dianggap gila karena melakukannya?

Semua jawaban dari 3 pertanyaan itu hanya 1, sebut saja jawabannya X dan sayangnya X itu bukan Tuhan. Lalu saya tidak bisa lagi melanjutkan doa dengan pikiran jernih.

X inilah yang menyita, menghisap, menghabiskan diri saya seutuh-utuhnya. Dan itu bukan Tuhan.

X inilah yang dimana demi X ini saya dihina orang, dianggap orang ngga becus dan harga diri saya diinjak-injak. Dan itu bukan Tuhan

X inilah yang membuat saya stress, tidak bisa tidur, tertekan sepanjang waktu dan terus bertanya kenapa saya melakukan ini. Dan itu bukan Tuhan.

X inilah yang menjadi hidup saya sekarang, dan saya tidak lagi memiliki kehidupan personal karena saya sudah mendedikasikan apapun yang saya miliki untuk X. Dan itu bukan Tuhan.

Lalu ada satu mendoakan untuk orang-orang yang hadir karena ia percaya itu bukan sebuah kebetulan dan ada rencana Tuhan di sana yang mengizinkan setiap orang yang hadir diberi kesempatan untuk mendengar sebuah kerinduan untuk Tuhan yang lebih serius. Saya aminkan doa dari orang tersebut karena saya bukan orang yang seharusnya ada tapi malah hadir.

Ketika acara selesai dan saya menuju ke kamar kecil, saya berpikir keras dan saya tidak kuasa menjawab bisikan Tuhan, bahkan kalau mungkin saya bilang itu bukan bisikan.. Itu adalah hardikan dari Tuhan..

Kalau demi X itu kamu bisa “gila”, kenapa kamu tidak bisa “gila” buat SAYA?

Kalau demi X itu kamu bisa korbankan apapun, kenapa kamu masih hitung-hitungan dengan SAYA?

Kalau demi X itu kamu sampai hancur hati mengerjakannya, kok kamu ngga segitunya dengan SAYA?

Saya tidak bisa menjawab..

Lalu saya ceritakan kepada teman saya, dimana saya awal berdoa memohon petunjuk lalu beberapa jam kemudian “terjebak” dalam pertemuan, lalu isi pertemuannya adalah mengenai kasih yang “gila” demi Tuhan… Saya bertanya “Menurut kamu, itu artinya apa?” , dan ia menjawab, “Artinya Ia mendengar keluh kesah kamu.”

Saya masih kurang puas dengan jawabannya, lalu saya bertanya lagi, “Lalu action to do nya apa?”, dan ia menjawab, “Yah, itu kamu harus tanyakan sendiri lagi kepada Tuhan.”

Ya.. Saya pikir ini adalah awal dari sebuah hubungan yang lebih serius antara saya dan Tuhan, dimana saya harus instropeksi diri dan bahkan mungkin mengambil keputusan gila bila saya pikir itu akan membawa saya lebih dekat dengan Tuhan. Saya juga harus melihat dan bertobat apabila X itu sekalipun itu hal baik, ternyata sudah saya jadikan “tuhan” dalam hidup saya.

Sayya bersyukur Tuhan saya yang Maha Mendengar itu berbicara kepada saya.

Saya bersyukur juga Tuhan saya yang Maha Pengasih itu mengingatkan saya bahwa Ia adalah Tuhan, dan X itu bukan.

Saya sungguh bersyukur ada hal-hal yang Tuhan utarakan kepada saya lewat jalan-Nya yang penuh misteri.

Dan itu artinya saya harus lebih sering lagi berkomunikasi 2 arah dengan Tuhan.

Agar saya lebih mengerti.

Agar saya lebih sensitif.

Agar saya dapat lebih mengasihi-Nya.

Doctor X – Daimon Michiko

81kjs9sEF2L._SL1500_

Haduhh… Lagi kesengsem banget sama serial ini, Doctor X – Daimon Michiko di Waku-Waku Japan. Saya jarang nonton film dorama Jepang, dan harus saya akui kalau dorama Jepang, khususnya kalo tema filmnya profesi, itu bagus.

Alur ceritanya seorang dokter wanita arogan tapi luar biasa bertalenta dalam mengoperasi pasien kanker atau tumor. Namanya Daimon Michiko. Yup, daimon seperti penyebutan demon (setan). Entah apa yang ada dalam benak penulis naskah film ini dengan menamakan karakter wanita utamanya seperti itu. 🙂

Lanjut lagi ceritanya.. Michiko-san punya 3 prinsip:

  1. Tidak over time (pukul 5 sore teng go!)
  2. Tidak melakukan hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan medical license (mis: jabat tangan)
  3. (1 lagi saya lupa)

Ia juga tidak suka dengan peraturan, melawan otoritas, dan tidak suka bergabung dengan kumpulan dokter lainnya di dalam rumah sakit. Hobinya adalah operasi dan keahliannya adalah operasi juga. ^^

Di film ini juga dikisahkan bagaimana intrik politik di rumah sakit dan persaingan sesama dokter untuk melakukan berbagai operasi yang sulit, biasanya berhubungan dengan jurnal yang mereka buat atau untuk reputasi rumah sakit yang berhasil melakukan operasi yang sulit. Nah, disinilah bagian menariknya. Daimon Michiko tidak pernah mau tunduk sama perintah atasan dan di tengah-tengah operasi bisa intervensi (mengambil alih) dokter lain serta selalu bisa jadi “duri dalam daging” sebuah sistem rumah sakit.

Michiko-san walaupun berwajah cantik, fashionable dan tubuhnya bak seorang model juga sangat kasar, galak, cuek dan to the point jika berbicara. Ia bukan seperti tipikal gadis Jepang yang dikenal ramah ataupun cute.. Ia hanya punya determinasi yang kuat serta keahlian tinggi yang membuatnya sangat sulit untuk diatur.

Ibaratnya, Daimon Michiko adalah cewe naga (cewe yang cuma punya prinsp, sulit ditaklukan, pintar dan aktualisasi diri yang besar). Tingkah laku Michiko-san juga kadang cukup lebay dan seperti anak kecil ketika bersama 4 teman yang dekat sekali dengannya. Ia kadang bisa merengek minta dipinjamkan uang atau ketika sushi tuna kesukaannya tidak ada. Ia juga suka bermain mahjong dan mandi air panas di pemandian umum sambil berteriak-teriak.

In short: Daimon Michiko is unusual 🙂

Yang saya suka adalah di film ini tidak ada bumbu percintaan namun lebih kepada intrik politik yang licik yang dilancarkan dokter kepada sesamanya sampai untuk memenangkan UU kesehatan di pemerintahan. Saya juga bisa melihat beberapa budaya Jepang yang sangat menarik seperti selalu membawakan manisan seperti kue-kue setiap kali mengucapkan terima kasih, dan etika kerja yang kuat serta determinasi yang tinggi untuk mencapai tujuan.

Bagi yang penasaran, silahkan googling serial onlinenya ya 🙂

E Feel so terrible

2012-10-12 17.25.16

You know the kind of feeling that you should do this and not do that… You are trapped in a bad conversation, a kind of should be a supportive conversation but ends up in a attacking kind of conversation.

The topic not suits your mood (or violate your life value) and you deliver your point of view badly so the people who told you the stories feel discouraged, unappreciated,  but you cant help yourself to talk in such horrible way.

You dont know what happen and suddenly, you burst out with anger, disappointment, bad memories start to appear and you end up from being a listener to accuser. You have failed to practice golden rule: do what you want other do to you..

you cant undone things, conversation, past. Surely being connected with human is one of the most impossible things to do.. we do so much easier connecting with food for chef, human body for surgeon, numbers for accountant, codes for programmer..

i just feel terrible and sorry doesn’t solve it. The feeling left in me is guilt, and still a desire to attacking and hold to what i thing is the only truth.

I cant imagine, how if it happen to husband and wife? Its gonna be a nightmare you cant escape.. and it just getting worse day by day…How you gonna survive? How can you see and look directly in the eye the person who have hurt you so badly e-v-e-r-y-s-i-n-g-l-e-d-a-y? No one will ever survive that kind of torture.

— E —

52 tantangan di tahun 2015

Melanjutkan postingan saya, “Worrier atau Worrier“, ketimbang berandai-andai saya ingin menuliskan hal-hal yang ingin saya lakukan ketika usia saya masih muda, ibaratnya bucket list. Meskipun seperti sebuah keinginan atau harapan, ini juga adalah sebuah tantangan, personal goal dengan 1 tujuan: Menikmati hidup melalui proses explorasi hal sehari-hari dan memperkaya hidup kita dengan aktivitas yang belum pernah atau jarang sekali kita lakukan.

Saya membaginya menjadi 52 sesuai dengan jumlah mingu dalam 1 tahun, yang dengan harapan, setiap 1 minggu saya melakukan sesuatu yang produktif guna mewujudkan list-list tersebut.

Berikut 52 hal yang ingin saya lakukan di tahun 2015:

  1. Membuat blog
  2. Menulis blog dengan rutin minimal 2 kali dalam 1 minggu
  3. Pergi ke Bandung, dan ikut kursus masak di Nicho Kitchen
  4. Pergi ke Jogja, dan mengunjungi kebun milik mba Inggrid
  5. Pergi ke Jogja, dan mengunjungi pasar organik
  6. Pergi ke Jogja dan belajar workshop dari bu Janti
  7. Pergi ke Medan dan belajar masak dari cici sepupu disana yang juga blogger makanan Indochine Kitchen
  8. Belajar berkebun dan menanam setidaknya 1 jenis tumbuhan
  9. Mematikan hape dengan rutin pukul 9 malam – 5 pagi
  10. Belajar memasak masakan malam Imlek dari mama
  11.  Mengumpulkan lebih banyak buku bacaan berkualitas untuk didonasikan lewat Hore Indonesia
  12. Mengajak 2 orang untuk pergi ke gereja
  13. Menyisihkan 25-30% penghasilan 1 tahun sebagai tabungan
  14. Menyisihkan 20%penghasilan per bulan untuk gereja dan pekerjaan misi dengan rutin
  15. “Hanya” membeli buku sebanyak 12 buah dalam 1 tahun
  16. Pergi berenang rutin 1 bulan min 1 kali
  17. Membaca 12 buku yang belum pernah dibaca selesai dalam 1 tahun
  18. Mencabut gigi bungsu di bagian kanan bawah
  19. Menulis 52 resep dalam 1 tahun
  20. Mengambil cuti sabat per 3 bulan sebagai bagian dari evaluasi diri dan me-refresh pikiran
  21. “Hanya” boleh makan mie instant paling banyak 3x dalam 1 bulan
  22. Mendokumentasikan buku-buku yang dimiliki ke dalam library pendataan yang lebih rapi
  23. Mencoba menjadi relawan sosial setidaknya 1 kali dalam 1 tahun
  24. Menuliskan jurnal perjalanan rohani minimal 1 minggu 1 kali
  25. Membuat blog masak berisikan hal-hal yang perlu diketahui sebagai pemula di dapur, tips masak, resep pemula, mengenal bahan dapur ataupun dapur itu sendiri
  26. Lebih banyak explore cara menuliskan dokumen pekerjaan dengan menggunakan syntax
  27. Membagi 4 minggu dengan seimbang (keluarga, teman, diri sendiri, pacar hihihi)
  28. Menuliskan 12 review buku dalam 1 tahun
  29. Mengikuti kelas PA
  30. Lebih rutin dan disiplin dalam mengikuti KTB
  31. Membukukan dengan rapi 12 resep masakan untuk pemula agar diberikan kepada Elice Chandra pada tanggal 16 September 2015
  32. Membawa papa dan mama untuk pergi jalan-jalan min ke Bandung agar mereka bisa berlibur

20 list berikutnya belum terpikir, mungkin akan bertambah seiring berjalannya waktu atau kamu ada juga punya bucket list?

— E —