Doctor X – Daimon Michiko

81kjs9sEF2L._SL1500_

Haduhh… Lagi kesengsem banget sama serial ini, Doctor X – Daimon Michiko di Waku-Waku Japan. Saya jarang nonton film dorama Jepang, dan harus saya akui kalau dorama Jepang, khususnya kalo tema filmnya profesi, itu bagus.

Alur ceritanya seorang dokter wanita arogan tapi luar biasa bertalenta dalam mengoperasi pasien kanker atau tumor. Namanya Daimon Michiko. Yup, daimon seperti penyebutan demon (setan). Entah apa yang ada dalam benak penulis naskah film ini dengan menamakan karakter wanita utamanya seperti itu. 🙂

Lanjut lagi ceritanya.. Michiko-san punya 3 prinsip:

  1. Tidak over time (pukul 5 sore teng go!)
  2. Tidak melakukan hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan medical license (mis: jabat tangan)
  3. (1 lagi saya lupa)

Ia juga tidak suka dengan peraturan, melawan otoritas, dan tidak suka bergabung dengan kumpulan dokter lainnya di dalam rumah sakit. Hobinya adalah operasi dan keahliannya adalah operasi juga. ^^

Di film ini juga dikisahkan bagaimana intrik politik di rumah sakit dan persaingan sesama dokter untuk melakukan berbagai operasi yang sulit, biasanya berhubungan dengan jurnal yang mereka buat atau untuk reputasi rumah sakit yang berhasil melakukan operasi yang sulit. Nah, disinilah bagian menariknya. Daimon Michiko tidak pernah mau tunduk sama perintah atasan dan di tengah-tengah operasi bisa intervensi (mengambil alih) dokter lain serta selalu bisa jadi “duri dalam daging” sebuah sistem rumah sakit.

Michiko-san walaupun berwajah cantik, fashionable dan tubuhnya bak seorang model juga sangat kasar, galak, cuek dan to the point jika berbicara. Ia bukan seperti tipikal gadis Jepang yang dikenal ramah ataupun cute.. Ia hanya punya determinasi yang kuat serta keahlian tinggi yang membuatnya sangat sulit untuk diatur.

Ibaratnya, Daimon Michiko adalah cewe naga (cewe yang cuma punya prinsp, sulit ditaklukan, pintar dan aktualisasi diri yang besar). Tingkah laku Michiko-san juga kadang cukup lebay dan seperti anak kecil ketika bersama 4 teman yang dekat sekali dengannya. Ia kadang bisa merengek minta dipinjamkan uang atau ketika sushi tuna kesukaannya tidak ada. Ia juga suka bermain mahjong dan mandi air panas di pemandian umum sambil berteriak-teriak.

In short: Daimon Michiko is unusual 🙂

Yang saya suka adalah di film ini tidak ada bumbu percintaan namun lebih kepada intrik politik yang licik yang dilancarkan dokter kepada sesamanya sampai untuk memenangkan UU kesehatan di pemerintahan. Saya juga bisa melihat beberapa budaya Jepang yang sangat menarik seperti selalu membawakan manisan seperti kue-kue setiap kali mengucapkan terima kasih, dan etika kerja yang kuat serta determinasi yang tinggi untuk mencapai tujuan.

Bagi yang penasaran, silahkan googling serial onlinenya ya 🙂

E Feel so terrible

2012-10-12 17.25.16

You know the kind of feeling that you should do this and not do that… You are trapped in a bad conversation, a kind of should be a supportive conversation but ends up in a attacking kind of conversation.

The topic not suits your mood (or violate your life value) and you deliver your point of view badly so the people who told you the stories feel discouraged, unappreciated,  but you cant help yourself to talk in such horrible way.

You dont know what happen and suddenly, you burst out with anger, disappointment, bad memories start to appear and you end up from being a listener to accuser. You have failed to practice golden rule: do what you want other do to you..

you cant undone things, conversation, past. Surely being connected with human is one of the most impossible things to do.. we do so much easier connecting with food for chef, human body for surgeon, numbers for accountant, codes for programmer..

i just feel terrible and sorry doesn’t solve it. The feeling left in me is guilt, and still a desire to attacking and hold to what i thing is the only truth.

I cant imagine, how if it happen to husband and wife? Its gonna be a nightmare you cant escape.. and it just getting worse day by day…How you gonna survive? How can you see and look directly in the eye the person who have hurt you so badly e-v-e-r-y-s-i-n-g-l-e-d-a-y? No one will ever survive that kind of torture.

— E —

52 tantangan di tahun 2015

Melanjutkan postingan saya, “Worrier atau Worrier“, ketimbang berandai-andai saya ingin menuliskan hal-hal yang ingin saya lakukan ketika usia saya masih muda, ibaratnya bucket list. Meskipun seperti sebuah keinginan atau harapan, ini juga adalah sebuah tantangan, personal goal dengan 1 tujuan: Menikmati hidup melalui proses explorasi hal sehari-hari dan memperkaya hidup kita dengan aktivitas yang belum pernah atau jarang sekali kita lakukan.

Saya membaginya menjadi 52 sesuai dengan jumlah mingu dalam 1 tahun, yang dengan harapan, setiap 1 minggu saya melakukan sesuatu yang produktif guna mewujudkan list-list tersebut.

Berikut 52 hal yang ingin saya lakukan di tahun 2015:

  1. Membuat blog
  2. Menulis blog dengan rutin minimal 2 kali dalam 1 minggu
  3. Pergi ke Bandung, dan ikut kursus masak di Nicho Kitchen
  4. Pergi ke Jogja, dan mengunjungi kebun milik mba Inggrid
  5. Pergi ke Jogja, dan mengunjungi pasar organik
  6. Pergi ke Jogja dan belajar workshop dari bu Janti
  7. Pergi ke Medan dan belajar masak dari cici sepupu disana yang juga blogger makanan Indochine Kitchen
  8. Belajar berkebun dan menanam setidaknya 1 jenis tumbuhan
  9. Mematikan hape dengan rutin pukul 9 malam – 5 pagi
  10. Belajar memasak masakan malam Imlek dari mama
  11.  Mengumpulkan lebih banyak buku bacaan berkualitas untuk didonasikan lewat Hore Indonesia
  12. Mengajak 2 orang untuk pergi ke gereja
  13. Menyisihkan 25-30% penghasilan 1 tahun sebagai tabungan
  14. Menyisihkan 20%penghasilan per bulan untuk gereja dan pekerjaan misi dengan rutin
  15. “Hanya” membeli buku sebanyak 12 buah dalam 1 tahun
  16. Pergi berenang rutin 1 bulan min 1 kali
  17. Membaca 12 buku yang belum pernah dibaca selesai dalam 1 tahun
  18. Mencabut gigi bungsu di bagian kanan bawah
  19. Menulis 52 resep dalam 1 tahun
  20. Mengambil cuti sabat per 3 bulan sebagai bagian dari evaluasi diri dan me-refresh pikiran
  21. “Hanya” boleh makan mie instant paling banyak 3x dalam 1 bulan
  22. Mendokumentasikan buku-buku yang dimiliki ke dalam library pendataan yang lebih rapi
  23. Mencoba menjadi relawan sosial setidaknya 1 kali dalam 1 tahun
  24. Menuliskan jurnal perjalanan rohani minimal 1 minggu 1 kali
  25. Membuat blog masak berisikan hal-hal yang perlu diketahui sebagai pemula di dapur, tips masak, resep pemula, mengenal bahan dapur ataupun dapur itu sendiri
  26. Lebih banyak explore cara menuliskan dokumen pekerjaan dengan menggunakan syntax
  27. Membagi 4 minggu dengan seimbang (keluarga, teman, diri sendiri, pacar hihihi)
  28. Menuliskan 12 review buku dalam 1 tahun
  29. Mengikuti kelas PA
  30. Lebih rutin dan disiplin dalam mengikuti KTB
  31. Membukukan dengan rapi 12 resep masakan untuk pemula agar diberikan kepada Elice Chandra pada tanggal 16 September 2015
  32. Membawa papa dan mama untuk pergi jalan-jalan min ke Bandung agar mereka bisa berlibur

20 list berikutnya belum terpikir, mungkin akan bertambah seiring berjalannya waktu atau kamu ada juga punya bucket list?

— E —

Dear heart… Can you see the star?

2015/01/img_2913.jpg

Life is about accepting what you can not change. Its a painful process, and sometimes it breaks your heart to the phase you almost cant bear…

Life is about to see who is with you during the heart wrenching phase.. To appreciate whatever they can do to cheer you up, even though its against their nature…

Life is not only cherish every good, great moments because every time we hit our lowest point, our view become so clear what’s the most important thing and what’s the less one and our focus redefine by it..

Its true that it feels so good sometimes to pity ourselves, but if we stop there and the journey is useless. Bear longer, and make decision when you are ready to jump higher not when you are down there in the dark pit hole.

Take a leap of faith and let your faith grow.. And you will see that you never alone…

Treasure a glimpse of hope in your heart… And your heart will always live..

Sejenak menikmati hening kereta

2015/01/img_2901-0.jpg

Sembari menunggu menuju Stasiun Jakarta Kota 18.39 ….

Saya sungguh sangat senang dengan kereta hari ini. Begitu tenang, tanpa suara orang mengobrol dan sepi.

Saya menikmati sekali menit demi menit yang saya habiskan di kereta sore ini. Tidak ingin rasanya kereta ini berhenti cepat… Sembari berharap seandainya rutenya sedikit lebih panjang agar saya bisa menikmati waktu dalam diam.

Di tengah kebisingan hidup, entah itu pekerjaan, sosial media, target yang harus dicapai, bunyi pesan elektronik, email yang harus dikirim dan dibalas, televisi, buku, ponsel pintar, dan hal-hal lain yang meraup kedamaian jiwa secara berkala setiap harinya.

Ah sungguh indah sekali ketenangan dalam kereta hari ini. Seandainya saya bisa menemukan tempat-tempat seperti ini lebih banyak.. Seandainya saya bisa menikmati waktu-waktu tenang seperti ini lebih lama..

Ah daripada mengandai-andai… Saya mau menikmati momen-momen sebelum saya beranjak turun ke stasiun tujuan saya..

Salam hening …

Worrier atau Warrior?

Birthday Cake

Usia saya tahun ini menginjak 27 tahun… Sejujurnya agak-agak “seram” melihat angka menuju kepala 3, meskipun “masih” 3 tahun lagi (jika Tuhan mengizinkan). Ada berbagai kekhawatiran sebenarnya yang perlu-perlu-tidak. Tidak perlu karena biar bagaimanapun ada Tuhan yang berkuasa mengatur hari esok… 🙂

Kami (Tuhan dan saya) sudah sepakat di akhir tahun 2014 lalu bahwa masa depan hanya Ia yang tahu dan hari-hari ke depan, Ia yang mengatur dan memelihara. Bagian saya adalah menghidupi hari demi hari dengan sebaik mungkin dan bertanggung jawab karena kelak Ia akan meminta pertanggungjawaban dari saya untuk XX tahun yang ia sediakan.

Tapi.. Perlu-perlu juga hal-hal yang harus “dipikirkan” (saya ganti deh kata kekhawatiran dengan kepikiran) misalnya:

  • Dalam 5 tahun ke depan, apa sih hal yang hendak dicapai?
  • Ada ngga sih mimpi yang hendak diwujudkan selagi muda?
  • Kapan saya mau “membakar kapal-kapal aman” agar saya bisa berani mewujudkan hal yang sudah lama saya koar-koarkan yaitu menjadi penulis buku?
  • Apakah nanti saya akan jadi penulis buku atau menjadi yang lain, misalnya buka katering :p
  • Nanti misalnya kalau sudah berkeluarga, apakah karir saya hanya akan di rumah atau ada hal lain yang bisa dikerjakan?
  • Bagaimana dengan mimpi mau sekolah lagi yang bahkan belum tahu mau ambil jurusan apa? (Sebenarnya uda ada beberapa kandidat jurusan sih, tapi yah masih ngga yakin itu panggilan atau bukan >,<)
  • Sebenarnya, Tuhan mau saya jadi apa sih?

Ibaratnya kekhawatiran saya sangat menggunung, dan Tuhan yang mendengar saya berceloteh mungkin sembari menyeruput teh dengan santai lalu menggeleng-geleng kepala sambil tersenyum..

Setiap orang yang sedang berusaha meniti karir namun masih memiliki keraguan akan panggilan hidupnya, sedikit banyak akan mengalami hal yang saya alami. Di tengah dunia kompetitif seperti ini, aneh sekali bila saya tidak punya mimpi atau goal yang hendak dicapai..

Saya suka sekali ditanya 5 tahun lagi mau jadi apa?  Rencana kamu 10 tahun lagi apa? Jujur saja, apa saya yang kurang berambisi atau saya ini terlalu santai atau memang saya tidak belum ketemu jawabannya dan saat ini saya sedang dalam proses menemukan jawabannya. Dan hal-hal inilah yang membuat kekhwatiran saya menjadi-jadi, di kala yang lain sibuk meniti jenjang karir tinggi disertai dengan ambisi menjadi A B C… Saya saja sampai sekarang belum ada goal dalam 5 tahun ke depan. Bagaimana orang dengan ambisi yang “minim” bisa survive di tengah lautan orang-orang yang memiliki aspirasi tinggi… Lebih mudah memang menjadi worrier ketimbang warrior 🙂

Warrior…

Seseorang yang dengan berani menatap masa depan yang tidak kelihatan tapi percaya bahwa Tuhan akan memelihara

Seseorang yang mengerti bahwa ada banyak yang hal yang tidak bisa ia kerjakan sendiri dalam 1 waktu, tapi dengan rendah hati belajar dari orang-orang lain dan menerima pertolongan mereka

Seseorang yang tidak pernah lelah mencari tahu apa rencana Tuhan baginya di “medan perang”

Seseorang yang selalu memimpikan hal-hal yang membuat hidup orang lain lebih berarti dan berani membayar harga untuk mewujudkannya.

Seseorang yang bila Tuhan meminta pertanggungjawaban untuk hidup yang diberikan, ia sudah siap

Semoga saya bisa berubah dari worrier menjadi warrior.. Amin 🙂

Every Good Endeavour

Seputaran Jakarta Barat 22:10 …

— E —

Melukis Langit Senja

Jalan layang menuju Toko Tiga Pancoran 18.40 …

Ada keanehan pada langit sore ini. Langitnya berwarna orange kecokelatan dengan awan yang tercerai berai memancarkan sinar keperakan. Fotonya? Tidak ada… Sayang sekali. Hal ini dikarenakan saya membawa mobil hari ini ke kantor dan aneh sungguh aneh, saya tidak kena lampu merah dalam waktu yang lama.
Mungkin cuma saya saja kali yang berharap terkena macet di jalan layang Toko Tiga, Pancoran tapi “sayang”nya jam 18.40 tadi jalanan cukup lancar sehingga tidak bisa mengabadikan momen langit hari ini.

Yang bisa saya gambarkan adalah kala saya melihat dari jalan layang, langit terbentang begitu luas dengan berbagai corak warna oranye, agak abu dan kecokelatan dan relief awan yang terpecah-pecah menjadikannya sangat artistik bak kanvas lukisan Sang Pencipta dimana Sang Maestro Agung sedang “bersantai” melukis langit dengan tinta dari spektrum warna matahari.

Jikalau sudah begini, sesal sesak di dada… Kenapa bawa mobil hari ini? Tapi jika saya tidak bawa mobil, tak mampulah saya menikmati goresan tangan-Nya sore ini dan memuji serta mengagungkan karya-Nya.

Sungguh Tuhan itu ajaib dan besar dan agung….

Berikut secuplik karya Sang Maestro:

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/e9f/82185840/files/2015/01/img_2861.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/e9f/82185840/files/2015/01/img_2862.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/e9f/82185840/files/2015/01/img_2865.jpg

Seputaran Jakarta Barat 19.30 ….

— E —